PEMBATIKKALTARA.BLogspot.Com. Tanjung Selor. Pemerataan pendidikan, dimana seharusnya setiap peserta didik mendapatkan pendidikan yang sama tanpa harus memandang status ekonomi, jenis kelamin, perbedaan suku dan tempat tinggalnya.
Bukan menjadi sebuah rahasia, dimana sering didapatkan para peserta didik yang telah lulus di jenjang SMP dan kemudian melanjutkan ke jenjang SMA di kota menjadi minder di sekolah barunya karena pengatahuan teknologi informasi yang dimilikinya sangat kurang.
Miris bukan, sangat sedih dimana peserta didik harus menjadi korban. Mereka yang tidak tahu tentang TIK karena tinggal di daerah yang jauh dari teknologi komunikasi. Mereka yang tidak pernah tahu tentang TIK karena tidak pernah dilatih dalam menggunakan teknologi oleh gurunya. Mereka yang berusaha tahu akan tetapi kurangnya fasilitas pendukung disekitarnya.
Ketika siswa ke sekolah, itu merupakan suatu hal yang sangat perlu disyukuri, karena mereka masih punya niat untuk mencari ilmu meskipun terkadang sikap dan perilaku mereka masih belum tertata. Mereka tidak nakal, hanya saja masih perlu dibimbing untuk menjadi lebih baik
Vlog ini merupakan sebuah dokumentasi praktik baik dimana upaya seorang guru dalam Benuanta (Berkolaborasi untuk Kalimantan Utara semangat bersama Rumah Belajar) guna menciptakan siswa yang hebat, cerdas, dan seirama dengan perkembangan TIK
SMP Negeri 02 Satu Atap Tanjung Palas merupakan sekolah tipe terisolasi, hal ini dikarenakan secara geografis sekolah ini berada dataran rendah yang sekelilingnya gunung. Kondisi geogarfis ini megakibatkan fasilitas telpon, sms dan internetan kurang mendukung.
Kepala sekolah, bapak Heru Purwito pernah menyampaikan kepada para guru bahwa kondisi seperti ini, tidak bisa menjadi alasan bagi guru di SMP Negeri 02 Satu Atap Tanjung Palas untuk tidak memperkenalkan TIK kepada para siswa. "Perkenalkan kepada mereka meskipun hanya sebatas memegang mouse", ujar beliau.
#PembaTIK2021
#DutaRumahBelajar2021
#RumahBelajar2021
#BerbagiTIK
keren pak, sungguh mengetuk hati
BalasHapus