Jumat, Oktober 29, 2021

Coaching PembaTIK Level 4 Hari Kedua : Pembahasan Modul Publikasi Karya Tulis dalam Pemanfaatan Rumah Belajar Oleh Eri Afrizal

PEMBATIKKALTARA.Blogspot.com. TANJUNG SELOR. Karya tulis merupakan hasil pemikiran yang dituangkan dalam bentuk tulisan dengan mengikuti standar penulisan yang ada. Hampir semua guru pernah menulis sebuah karya tulis, baik ditulis sebagai syarat penyelesaian masa kuliah maupun ditulis sebagai hobi. Hasil penilitian yang dituangkan dalam karya tulis biasanya berupa produk lembaran kertas yang dijadikan satu jilid buku dan akhirnya akan disimpan di perpustakaan.


Perkembangan zaman yang serba gadget,artinya segala hal dapat diakses melalui HP, laptop maupun tab. Salah satu bukti adanya perkembangan zaman  adalah dengan mudahnya kita dapat mengakses media baca dimanapun dan kapanpun. Hal ini juga berdampak pada pengunjungan perpustakaan yang bisa dikatakan mengalami penurunan. Segala sesuatu yang ingin dibaca dapat diakses melalui gadget, tanpa harus ke perpustakaan.

Jika karya tulis hanya disimpan di perpustakaan maka yang membacanya karya tersebuat juga akan berkurang sehingga sangat minim untuk memberikan manfaat. Perlu ada tindakan yang mengikuti zaman dimana kita tidak hanya mampu membuat karya tulis akan tetapi juga mampu mempublikasikannya baik itu publikasi berbentuk buku maupun dipublikasikan di media yang dapat diakses melalui gadget dimanapun dan kapanpun.

Dari kondisi tersebut Pusdatin Kemedikbudristek memberikan pembekalan kepada peserta PembaTIK level 4 ini untuk mengetahui dan memahami serta memilih media publikasi karya tulis yang tepat digunakan. Pada materi ini para peserta PembaTIK level 4 didampingi oleh Bapak Eri Afrizal, DRB 2018 yang secara pengalaman sudah banyak dibidang publikasi karya tulis dan salah satunya beliau pernah mempublikasikan karya tulisnya serta dilombakan pada OGN.

Adapun isi pemaparan beliau sebagai berikut :

  1. Media publikasi artikel populer dan ilmiah populer biasanya dipilih melalui, media massa cetak maupun online, web, dapat juga melalui blog resmi lembaga.
  2. Media publikasi karya tulis ilmiah (KTI) biasanya dipilih melalui, format buku ilmiah, bunga rampai,  majalah/jurnal ilmiah,  maupun prosiding.
  3. Praktik–praktik baik terkait pemanfaatan rumah belajar, sumber belajar lainnya, seperti TV Edukasi, Suara Edukasi, Perlu didifusikan, disebarkan seluas-luasnya.
  4. Harapannya, semakin banyak publikasi yang dihasilkan oleh para guru peserta Pembatik,
  5. Meningkatkan sosialisasi dan implementasi pemanfaatkan Rumah Belajar maupun sumber belajar lainnya yang tersedia di portal Rumah Belajar.
  6. Berusaha untuk menyusun dan melakukan Publikasi Karya Tulis dalam Pemanfaatan Rumah Belajar 
  7. Pola pikir dalam menulis, (a)Jangan terlalu fokus pada teori menulis, (b) Jangan menulis sesuatu yang tidak dikuasai, (c) Mulai menulis dari apa saja yang tepikirkan, (d) Melatih menulis dengan hal-hal yang ringan, (e) Gunakan Bahasa sesuai dengan kebutuhan pembaca, (f) Hindari penggunaan Bahasa yang rumit agar terlihat intelek, (g) Gaya menulis akan datang seiring dengan kebiasaan menulis.
  8. Faktor kegagalan menulis bisa berupa, (a)terlalu banyak teori, (b) Sebatas ide dan gagasan, (c) Menulis hal yang tidak disukai, (d) Ingin cepat terkenal, (e) Berorientasi pada honor,(f) Bangga dengan kelemahan sendiri.
Unduh Modul disini
#PusdatinKemendikbudristek
#PembaTIK2021
#DutaRumahBelajar2021
#RumahBelajar2021
#BerbagiTIK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar